BKIPM Baubau Sosialisasikan Penyakit Mematikan pada Udang Vannamei


SKIPM Baubau sosialisasikan bahaya penyakit udang untuk Penambak di Kabupaten Muna

MUNA, kabarbuton.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Baubau, sosialisasikan penyakit pada udang. Kegiatan yang digelar di Desa Kawite-Wite, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Jumat 28 Juni 2019, merupakan rangkaian kegiatan bulan bakti karantina ikan dan mutu hasil perikanan tahun 2019.

Muhamad Rijal, S.St.Pi, salah satu pemateri dalam materinya menjelaskan, Kabupaten Muna memiliki potensi yang cukup besar dari sektor perikanan budidaya tambak udang dengan luas tambak mencapai 20.000 hektar dalam kurun waktu 10 tahun, khusus pada budidaya udang Vanamei.

Namun capaian tersebut kata Rijal, tergantung oleh adanya penyakit udang yang bisa menyerang kapan saja jika tidak diwaspadai sejak dini. Jenis penyakit udang tersebut yaitu EMS/AHPND, merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kerugian besar bagi para penambak.

"Dengan mengusung tema, GEMA SATU KATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina), kita manfaatkan untuk memberikan sosialisasi kepada para penambak terkait jenis penyakit yang bisa menyerang udang," kata Rijal dalam pemaparannya.

Lebih lanjut Rijal menjelaskan, penyakit ini ditimbulkan oleh infeksi Vibrio parahaemolyticus (Vp AHPND) yang mampu memproduksi toksin. Pada umumnya, AHPND rentan menyerang udang windu (Penaeus monodon) dan udang vaname (Penaeus vannamei) dengan mortalitas mencapai 100 persen pada stadia postlarvae (PL) umur 30-35 hari.

"Kondisi area budidaya, dengan penjelasan bahwa tata letak / kontruksi tambak pembudidaya di Kawite-wite sangat rawan, khususnya parameter kualitas air. Hal ini disebabkan sistem pemasukan dan pengeluaran air melalui satu pintu, jadi air buangan pada satu tambak kemudian ditarik kembali oleh tambak-tambak lainnya," kata Rijal menjelaskan.

Secara terpisah, Kepala SKIPM Baubau, Arsal, S.St.Pi, M.P mengatakan, pelaksanaan sosialisasi kepada para penambak udang sangat perlu dilakukan. Hal itu dimaksudkan agar para penambak bisa mengetahui lebih dini bahaya penyakit EMS/AHPND yang telah menyerang udang hasil tambak di beberapa negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, Thailand dan Philipina.

"Untuk itu salah satusolusi dan titik kritis untuk mencegah dari penyebaran penyakit udang adalah pemasukan benur yang benar benar bebas dari Hama dan penyakitikan, serta penggunaan induk udang yang tidak berasal dari lokasi budidaya dan harus menggunakan induk dari hatchery yang sudah tersertifikasi," terang Arsal.

"Hal ini perlu pemahaman dan kesadaran yang tinggi bagi pembudidaya untuk pemasukan setiap benur di Wilayah Kabupaten Muna dan Muna Barat dari daerah asal, harus dalam pengawasan karantina dan dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan," tambahnya menutup.


Penulis: Rahmadi

Tag

Baca juga