INTERNASIONAL

BNP2TKI Sultra Ingatkan Pentingnya Jadi TKI Legal


Kepala BNP2TKI Sultra, La Ode Askar (kiri) saat diwawancarai awak media di dampingi Ketua DPRD Buton, La Ode Rafiun di Pasarwajo. Foto/ Safrin/ kabarbuton.com

PASARWAJO, kabarbuton.com - Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan sosialisasi di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya bekerja sebagai TKI secara Legal atau resmi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi TKI yang bekerja di luar negeri secara Illegal.

Kepala BNP2TKI Sultra, La Ode Askar mengatakan, sosialisasi ini rutin dilakukan di setiap daerah wilayah Provinsi Sultra yang bertujuan menyadarkan masyarakat akan pentingnya bekerja diluar negeri sebagai TKI secara legal atau sesuai dengan prosedur atau ketentuan yang berlaku.

"Jadi kalau masyarakat mau bekerja di luar negeri sebagai TKI, harus melalui prosedur, jangan berangkat secara sembunyi-sembunyi itu ilegal,"katanya saat ditemui di Kali Biru Pasarwajo, Kamis 7 April 2017.

Askar mengatakan, untuk TKI asal Sultra yang bekerja secara legal kebanyakan di Negara Malaysia, Taiwan dan Timur Tengah, sedangkan yang bekerja secara ilegal atau tidak resmi, kebanyakan terjadi di Negara Kepulauan. Askar menambahkan, bagi TKI yang berangkat secara legal maka dilindungi oleh undang-undang, sehingga ketika TKI tersebut mendapatkan sebuah masalah maka pemerintah punya kewajiban untuk melindungi mereka sebagai pekerja.

"Bedanya itu kalau resmi maka akan dilindungi oleh undang-undang,tapi kalau tidak maka dia tidak terlindungi secara hukum," jelasnya.

Olehnya itu Askar menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Buton, jika ingin bekerja sebagai TKI maka harus sesuai dengan prosedur. Diungkapkannya, di tahun 2016 lalu, BNP2TKI Sultra memulangkan TKI yang meninggal yang deportase sebanyak dua orang asal Kabupaten Konawe.

" Sedangkan jumlah TKI asal Sultra untuk tahun 2016 sebanyak 163 orang yang bekerja di beberapa negara berbeda," tutupnya.


Penulis: Safrin
Editor : Jamil

Tag

Baca juga