DAERAH-WAKATOBI

Di Wakatobi, Instruksi Kurangi Penggunaan Kemasan Plastik Belum Maksimal Diterapkan


Terlihat penggunaan wadah plastik masih belum maksimal diterapkan di Wakatobi. Bahkan dikegiatan pemerintahan, wadah plastik masih mendominasi. Ali Hanafi

WAKATOBI, kabarbuton.com - Bupati Wakatobi, H. Arhawi melalui surat instruksinya bernomor 1 tahun 2018 menyerukan warga di Kabupaten Wakatobi untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai pada kegiatan sehari-hari. Intruksi tersebut tidak hanya diberlakukan dilingkungan masyarakat saja, namaun di lingkungan kantor pemerintahan juga diwajibkan menerapkan instruksi tersebut.

Namun sayangnya, instruksi tersebut terlihat dilanggar langsung oleh Bupati Wakatobi. Bahkan saat penyambutan rombongan Bank Indonesia untuk memberikian bantuan sosial kepada kelompok sadar wisata di Waha Tourismm Community (WTC), Waha Raya, Kecamatan Wangi-Wangi Minggu, 03 Februari 2019, penggunaan wadah plastik sekali pakai masih mendominasi dalam acara tersebut.

Dikonfirmasi usai kegiatan, Arhawi membenarkan terkait instruksi pengurangan penggunaan wadah plastik dalam berbagai kegiatan, namun demikian tidak serta merta pengurangannya hingga 100 persen.

"Sebenarnya wadah plastik itu, tidak sekaligus juga langsung kita tidak gunakan. Namun itu diterapkan secara berangsur-angsur. Paling tidak masyarakat pengguna wadah plastik itu harus sadar, untuk membuang ditempat sampah bekas-bekas wadah plastik itu sehingga kebersihan tetap bisa terjaga," ucap Arhawi.

"Intinya bahwa, penyediaan wadah plastik ini yang khususnya Wakatobi, kita sudah mulai instruksikan di kantor-kantor dalam kegiatan keseharian maupun kegiatan sosial atau pada saat pertemuan seperti ini sudah kita mulai kurangi secara perlahan sampai waktu tertentu, kita akan hentikan," tambahnya mengakhiri.

Sementara itu Ketua WTC, Sudirman mengatakan, seharusnya penggunakan wadah plastik sudah harus diminimalisir. Namun demikian, untuk menindaklanjuti instruksi tersebut, masyarakat harus melakukannya secara perlahan-lahan.

"Untuk sementara yang masih sering digunakan itu seperti botol kita sudah batasi, ada sebagian botol yang kami sediakan, kecuali gelas plastik ini kami sudah melarang dan tidak lagi menyediakan itu," bebernya.

"Inikan kebiasaan masyarakat apalagi ketergantungan wadah plastik itu masih sangat besar, jika itu dilakukan serentak pasti akan ada kendala yang kita temukan. Makanya dibutuhkan proses untuk mengubah perilaku tersebut. Intinya, kita mulailah dari diri kita, selanjutnya tinggal kita mengedukasi masyarakat sekitar kita untuk menerapkan instruksi dari pak Bupati itu," tambahnya menutup. (B)


Penulis: Ali Hanafi
Editor: Rahmadi

Tag

Baca juga