NASIONAL

Dua Warga Kaledupa Disandera Kelompok Abu Sayyaf


Fitriani, salah satu keluarga korban menunjukan foto Hariadi, salah satu korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf, Selasa 19 Februari 2019. Rahmadi

BAUBAU, kabarbuton.com - Dua orang warga Indonesia asal Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, disandera kelompok teroris Abu Sayyar saat mencari ikan di perairan Sandakan, dekat perbatasan Malaysia dan Philipina. Kabar keduanya diketaui melalui video yang viral di akun Facebook.

Dalam rekaman video berdurasi kurang lebih 30 detik itu, korban mengaku warga negara Indonesia dan meminta pemerintah Indonesia khususnya Presiden untuk membebaskan meraka.

Korban yang diketahui bernama Hariadi (46) dan Heri, langsung dikenali pihak keluarga berdasarkan suara dan gambar tato di dada kiri Hariadi serta beberapa bentuk fisik lainnya.

Keluarga korban, Fitriani, ditemui di kediamannya di Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Selasa 19 Februari 2019 cukup kaget mendengar kabar penyanderaan pamannya oleh Abu Sayyaf. Bahkan beberapa waktu lalu, pihak kementerian luar negeri juga datang menyampaikan informasi tersebut jika Hariadi bersama dua rekannya disandera pada awal Desember 2018 lalu.

"Kasian, kita minta bantuan pemerintah. Tolonglah selamatkan paman kami ini. Informasinya itu mereka ada tiga orang, cuma satu orang sudah meninggal karena kena tembak. Jadi tinggal pamanku dengan temannya Heri itu. Mudah-mudahan mereka bisa cepat diselamatkan," harap Fitriani.

Sementara itu, istri Hariadi, Haida yang saat ini masih berada di Malaysia sebagai tenaga kerja Indonesia hanya bisa berharap suami tercintanya bisa diselamatkan. Bahkan kata Haida, kelompok Abu Sayyaf baru akan melepaskan suaminya jika pemerintah Indonesia memberikan uang tembusan Rp 10 miliar.

"Kita mau ambil dimana itu uang sebanyak itu, tolong pak Presiden selamatkan suamiku kasian," kata Haida sedih saat dihubungi via video call.

Untuk diketahui, Hariadi merantau ke Malaysia untuk bekerja disalah satu perusahaan ikan sejak lima tahun silam bersama Istri dan anaknya. Korban hilang kontak sejak dua bulan lalu dan hingga kini belum ada kabar dari keduanya.


Penulis: Rahmadi

Tag

Baca juga