OPINI

Festival Budaya Tua Buton Vs Kesepian Pemerintah Daerah


Ardin Wabula - Fungsionaris PB HMI Sulawesi Tenggara

Kabupaten Buton merupakan salah satu Daerah tingkat II di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton terletak di pulau Buton yang merupakan pulau terbesar di luar pulau induk kepulauan Sulawesi yang menjadikanya pulau ke-130 terbesar di Dunia, dengan demikian Kabupaten Buton merupakan daerah yang kaya atas budaya dan ini merupakan warisan dari para leluhur sebelumnya dan masih terjaga sampai saat ini.

Oleh karena Kabupaten Buton memiliki warisan kebudayaan sosial dan spiritual yang bernilai tinggi, maka sudah menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Buton untuk menjaga kelestarian budaya tersebut dari budaya luar sehingga dapat terjaga apa yang menjadi keaslian budaya Buton tersebut.

Dalam menjaga kelestarian budaya Buton ini, tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat. Akan tetapi membutuhkan juga peran pemerintah dalam melestarikan ataupun mempromosikan apa yang menjadi warisan leluhur kita.

Berdasarkan statemen, Bupati Buton di salah satu media lokal di kepulauan Buton, pada tanggal 16 Mei 2017 menyatakan bahwa salah satu visi misi pemerintahan Kabupaten Buton adalah menjadikan Buton sebagai kawasan bisnis dan budaya terdepan.

Sehingga untuk menjadikan budaya Buton sebagai kawasan bisnis kita membutuhkan peran Pemerintah dalam mempublikasikan budaya Buton di Nasional ataupun mendunia tentunya membutuhkan sebuah gagasan dan ide yang dapat menarik perhatian mata dari seluruh penjuru baik negara sendiri ataupun mancanegara.

Kegiatan Festival budaya tua Buton merupakan salah satu ide ataupun gagasan yang positif dan mampu membuat mata dunia melirik potensi budaya Buton.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu di pikirkan oleh pemerintah Kabulaten Buton dalam hal ini adalah sarana prasarana atau fasilitas yang harus di pikirkan solusinya oleh pemerintah sehingga menarik investor lokal ataupun dari luar agar berkeinginan berinvestasi di Kabuoaten Buton, fasilitas yang dimaksud yakni mulai dari perhotelan, restoran ataupun tempat hiburan keluarga.

Karena dengan kondisi keterbatasan fasilitas tersebut sehingga membuat kegiatan Festival Budaya Buton hanya akan menjadi sebuah tontonan gratis bagi masyarakat lokal ataupun pengunjung dari luar daerah, bahkan kegiatan tersebut dalam prespektif ekonomi terkesan hampir tidak begitu memiliki input bagi masyarakat ataupun daerah.

Kalau kita analogikan, kegiatan festival budaya Buton tersebut sama halnya kita hanya datang nonton dan pulang karna tidak ada tempat nginap dan makan.

Oleh karena itu, saya sangat bangga dan spakat dengan kegiatan Festival budaya buton akan tetapi saya tekankan lagi utamakan fasilitas penunjang, saya rasa kalau hotel, restoran ataupun tempat hiburan ini ada di Kabupaten Buton, justru bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) karena fasilitas tersebut bisa di pungut retribusinya sebagai mana yang di jelaskan dalam UU No 28 tahun 2009 tentang pajak Derah dan Retribusi Daerah, ataupun yang di atur dalam peraturan daerah (Perda) Kabupaten Buton tentang jenis pajak daerah.


Ardin Wabula - Fungsionaris PB HMI Sulawesi Tenggara

Tag

Baca juga