DAERAH-BAUBAU

Inspirasi Nafa, Remaja Cantik dengan Segudang Talenta


Inayah Nafa Rahadatul 'Aisyi. FOTO - Istimewa

BAUBAU, Kabarbuton.com - SMA Negeri 2 Baubau hari itu (20/07/2019) tak seperti biasanya. Gegap gempita. Lapangan basket yang saban hari lengang, kini diriuhkan dengan ragam penampilan siswa-siswi baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ada pentas seni di panggung samping lapangan. Silih berganti perwakilan gugus, menampilkan bakat terbaiknya. Guna menghibur khalayak. Guna melatih keberanian dan percaya diri. Dan yang terpenting, guna membuktikan kepada juri dan seluruh warga sekolah, bahwa mereka memiliki minat dan bakat yang siap menjadi juara.

Satu di antara murid-murid berbakat itu adalah Inayah Nafa Rahadatul 'Aisyi. Ia hadir bukan sebagai peserta, melainkan panitia dari Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Lamun hari itu, namanya terlanjur menjadi buah bibir. Semerbak tidak saja di lini massa, namun juga mengharumkan nama baik sekolah. Ya, Nafa sapaan akrabnya, berhasil menyabet juara favorit Putri Remaja Indonesia 2019 di ibukota.

Ditemui di sela-sela kegiatan, dara cantik kelahiran 16 April 2003, membabar ikhwal perjuangannya menggapai impian. Terutama saat menyabet juara favorite di Pemilihan Putri Remaja Indonesia 2019 yang digelar di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Balairung Soesilo Sudirman, Jakarta.

Sejujurnya, Nafa tak menyangka bisa mendapat juara itu. Melihat saingan yang cantik-cantik dan penuh talenta, membuatnya nyaris putus asa. Dibanding peserta lain, ia memang memiliki postur tubuh yang relatif kecil. Namun, Nafa sadar bahwa ia memiliki pesona lain yang bisa memukau juri. Bukankah kecantikan wanita, tak utuh manakala dilihat dari kemolekan fisik semata? Perlahan, mental percaya dirinya berkobar kembali.

Ajang bergengsi nasional yang mengusung tema, Brain, Beauty, Behaviour and Inspiring, tentu memiliki banyak kriteria dalam menilai kecantikan wanita. Inilah sebenar-benarnya ajang seorang putri. Sesuai tujuan pemilihan Pageant, akan ditemukan putri-putri terbaik dari masing-masing wakil provinsi. Tak sekadar cantik, pintar, berperilaku baik, para peserta juga harus bisa menginspirasi remaja lainnya. Punya jiwa sosial tinggi, serta peka terhadap lingkungan sekitar. Pada ragam kriteria di atas, Nafa yang berhasil menjadi perwakilan Sulawesi Tenggara, yakin bisa mempersembahkan yang terbaik untuk daerah.

Benar saja, doa dilambari usaha pantang menyerah, acap berjodoh dengan gemilang kesuksesan. Di malam puncak grand final, Nafa dinobatkan sebagai salah satu pemenangnya.

“Saya sempat tidak yakin. Betul yah itu nama provinsi Sulawesi Tenggara yang disebut?" kenangnya. "Sejenak kemudian, barulah saya melangkah maju ke depan untuk menerima penghargaan. Saya juara.”

Putri pasangan Nassarudin dan Fitria, terkenal gigih sejak kanak. Apapun yang dicita-citakan, selalu ia kejar dengan kerja keras dan disiplin yang tinggi. Tak heran seabrek prestasi telah Nafa ukir di usia muda. Mulai dari kejuaran tingkat kota, provinsi, hingga ajang bergengsi nasional. Beberapa di antaranya dua tahun terakhir ini adalah : Juara II Putri Tenun Kategori Remaja tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2018, juara Favorit Putri Citra kategori Remaja Tingkat Provinsi Sultra, Juara I Putri Tenun Kategori Remaja Tingkat Nasional di Kota Batam Kepulauan Riau Tahun 2018, dan baru-baru ini di awal Juli 2019, sebagai Juara Favorite Puteri Remaja Indonesia.

Fashion memang menjadi bidang yang fokus digelutinya. Sejak bersekolah di RA Perwanida, talenta itu telah nampak dan senantiasa diasah lewat kejuaran demi kejuaran. Hingga SMA pun, Nafa tak urung berjarak dari catwalk. Bakat itu terus digembleng, salah satunya melalui kelas QQ Modeling.

Hebat di panggung model, tak lantas menyurutkan prestasi Nafa di bangku sekolah. Ia tetap juara di SMA Negeri 2 Baubau. Guru-guru bahkan kepala sekolah salut dengan prestasi akademisnya.

"Nafa anaknya Ceria. Mudah bergaul dengan siapa saja. Pada guru-guru, ia sopan. Ia juga anak yang cerdas di kelas," ungkap kepala sekolah, Radi Laega.

Tak hanya itu, Nafa juga aktif dalam organisasi intra sekolah (OSIS) dan ekskul Marching Band. Di luar sekolah, selain aktif di kelas model, ia juga penggenggam sabuk merah Taekwondo. Bisa dibayangkan bagaimana kesibukan dara manis penggemar Puteri Indonesia 2019 : Frederika Alexis Cull.

Nafa masih bersemangat siang itu. Di selasar kantor SMA Negeri 2 Baubau, ia menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan senyum sumringah. Sesekali jemari lentik Nafa, menyeka beberapa helai rambut yang jatuh di wajah tirusnya. Ia gadis berparas cantik, ramah, dan murah senyum.

Di satu pertanyaan, bibir indahnya bergetar. Mata bening itu berkaca-kaca. Ia diam sejenak. Hening. Tak urung menjawab. Namun titis air yang sedari tadi menggelimun di kelopak mata, jatuh menetes di pipi putihnya. Dengan suara terbata-bata, Nafa berusaha tegar menjawab satu pertanyaan yang menyentuh di kedalaman sanubari : siapa orang paling berjasa dalam meraih prestasimu selama ini?

"Ibu," jawabnya singkat. "She is my hero."

Nafa kemudian bercerita tentang bagaimana peran ibu dalam hidupnya. Sejak kehilangan ayah tercinta di usia empat tahun, sang ibu membawa Nafa kecil dari ibu kota kembali ke kampung halaman di kota Baubau. Ia berjuang sendiri. Menjadi segala tumpuan bagi Nafa, anak semata wayangnya. Ia mata air kasih yang tak pernah kering sekaligus tulang punggung keluarga. Tak kenal lelah, ia selalu hadir untuk Nafa. Kapanpun. Dimanapun. Dalam suka ceria, apalagi duka nestapa. Sang ibulah yang menguatkan Nafa di saat rapuh dan jatuh. Ia tak letih-letihnya mendukung segala talenta Nafa. Mulai dari mencarikan sekolah terbaik dan maestro khusus untuk membimbing minat dan bakat anaknya. Ia senantiasa mengantar Nafa dalam mewujudkan cita-cita. Segala hal. Nafa adalah alasan kelelahletihan sang ibu di siang dan malam.

"Ibu adalah segalanya untuk saya. Semoga saya bisa memberikan prestasi terbaik untuknya," ucap Nafa sembari menyeka air mata.

Satu hal lagi yang menjadi pesona kecantikan Nafa : kepekaan sosial. Ada tanggung jawab moral yang merasa diembannya, selepas mengalungi selendang putih Putri Favorit Remaja Indonesia 2019. Ia ingin bersinergi bersama pemerintah guna menjalankan program-program terkait pengembangan potensi remaja di Provinsi Sulawesi Tenggara pada umumnya dan remaja Kota Baubau pada khususnya.

Selain sebagai tanggung jawab, pengabdian Nafa merupakan wujud terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini.

“Dengan memanfaatkan prestasi yang telah saya raih, saya ingin selalu bisa berbagi dengan remaja lainnya. Untuk dapat menginspirasi dan berkolaborasi pada hal-hal positif bagi lingkungan sekitar," tutur Nafa di akhir wawancara.



Penulis : Suhardiyanto

Tag

Baca juga