DAERAH-BAUBAU

Pedagang Bakso di Tugu Kirab Bantah Pakai Formalin


Sumarni, pemilik Warung "Bakso dan Mie Ayam Lumayan" di Tugu Kirab, Jumat 3 November 2017. Mulyadi S Azis

BAUBAU, kabarbuton.com - Pedagang bakso dan mie ayam di simpang empat tugu kirab Kota Baubau, Sulawesi Tenggara membantah adanya isu dan tudingan yang beredar di masyarakat menyebut jualannya mengandung bahan pengawet jenis formalin dan boraks.

"Kemarin BPOM sudah periksa, hasilnya negatif," kata Sumarni (47) pemilik warung "Bakso dan Mie Ayam Lumayan" ketika dikonfirmasi isu itu di tempat jualannya, Jumat sore 3 November 2017.

Semua yang ia jual termasuk kelengkapannya, misalnya mie, bakso, kecap, sambal, bahkan kerupuk menurutnya tak luput dari pemeriksaan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasilnya, tak ada yang salah atau melanggar seperti isu yang beredar itu.

"Semua bahan saya sama suami saya yang olah sampai jadi. Cuma kalau mie, laksa, sama gula kita beli di pasar," ungkapnya.

Dari pesan berantai di media sosial Whatsapp dan Facebook itu disebutkan, Puskesmas Wajo yang mendapati ada kandungan bahan berbahaya di dua warung Bakso dan Mie Ayam yang berdekatan itu.

Kepala Puskesmas Wajo, Dr Pangeran Abdul Azis ketika dikonfirmasi mengaku memang memeriksa sampel jualan di tempat itu dengan uji laboratorium, Senin 23 Oktober 2017. Hasilnya menemukan kandungan boraks dan formalin di dalam mie yang dijual.

Di Puskesmas Wajo kata dia punya alat pemeriksaan kandungan makanan yang canggih yang hanya ada di Kota Baubau di seluruh daerah se Sultra. Menurutnya, kandungan itu hanya ditemukan di dalam mie, sedangkan bakso dan makanan lain hasilnya negatif.

"Tidak hanya disitu, kita juga akan awasi dan periksa jajanan di seputaran wilayah kami. Terutama jenis makanan yang diminati masyarakat," tuturnya. (B)


Penulis: Mulyadi S Azis
Editor: Ode Ngansa

Tag

Baca juga