DAERAH-WAKATOBI

Pembunuh Caleg di Wakatobi Terancam Penjara Seumur Hidup


Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Erfianto (kiri) menunjukkan barang bukti dalam kasus pembunuhan La Jafa, Selasa 29 Januari 2019. Ali Hanafi

WAKATOBI, kabarbuton.com - Murlidin alias La Sangkidi (34), terancam hukuman penjara seumur hidup karena membunuh kawan lamanya, La Jafa (36). Korban yang juga Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Wakatobi itu dihabisi di jalan, Senin 28 Januari 2019.

Pembunuhan yang motifnya dendam lama itu dilakukan tiba-tiba, saat tersangka dan korban berpapasan dari arah berlawanan di jalan perbatasan Kecamatan Kaledupa dan Kaledupa Selatan. Korban kala itu bersama temannya menggunakan sepeda motor hendak menuju arah Kelurahan Langge. Sedangkan tersangka dari arah sebaliknya menggunakan mobil Pick Up hendak menuju arah Desa Balasuna Selatan.

Niat membunuh langsung muncul yang kemudian memutar mobil dan mengejar korban. Sepeda motor yang dikendarai korban ditabrak dari belakang, setelah jatuh tersangka langsung membabi buta, hingga korban tewas seketika di tempat. Sedangkan rekan korban, langsung kabur menyelamatkan diri.

"Merupakan dendam lama, dan pelaku merupakan kenalan korban sekitar dua tahun lalu. Mereka juga pernah bekerja bersama," kata Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Erfianto saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Wakatobi, Selasa 29 Januari 2019.

Kata Didik, tersangka dijerat pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup. Tersangka merupakan pelaku tunggal dalam peristiwa itu. Polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pedang samurai dan pakaian korban yang penuh darah.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Wakatobi, AKP Aslim SH, setelah puas dengan korban yang telah terkapar di jalan, tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Kaledupa.

Dari hasil visum, korban mengalami beberapa luka parah, tangan kanan putus, kepala luka-luka, serta luka tusuk di perut. Hasil visum juga menyebut, korban meninggal di tempat akibat luka itu.

Keluarga korban, Kadir menyebut aksi itu kejam dan sadis, ia meminta polisi menghukum tersangka sebera-beratnya sesuai hukum yang berlaku. Pihak keluarga tak menyangka korban tewas mengenaskan, ia baru mengetahui meninggal setelah mendapatkan informasi dari temannya.

Di mata keluarga di Kota Baubau, korban semasa hidupnya merupakan pribadi baik dan santun, selama ini kerap datang mengunjungi keluarga. Selama ini tak pernah mendengar korban bersitegang dengan orang lain. (B)


Penulis: Ali Hanafi
Editor: Ode Ngansa

Tag

Baca juga