OLAHRAGA

Perjuangan Husni Uba, Hingga Raihan Medali Emas di Asian Games 2018


Atlet sepak takraw Indonesia asal Kota Baubau, Husni Uba tiba di Kota Baubau, Minggu 09 September 2018. Doc. Humas Pemkot Baubau

BAUBAU, kabarbuton.com - Satu lagi pemuda terbaik Baubau yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional bahkan internasional. Dialah Husni Uba, atlet peraih dua medali perunggu dan satu medali emas di ajang Asen Games 2018.

Dengan memakai jaket merah, kaos putih, dengan syal kain tenun daerah melingkar di leher, lelaki yang masih terdaftar sebagai pegawai negeri sipil di lingkup Dinas Pemuda dan Olahraga itu, disambut dan diarak meriah oleh pemerintah dan masyarakat kota Baubau, Minggu 9 September 2018.

Bendera merah putih mini berkibar di sepanjang jalan oleh pelajar-pelajar cilik yang setia berdiri di tepi jalan sejak pukul 7 pagi. Barulah sekitar pukul 9, arak-arakan Husni Uba melintas. Lelaki asal Wameo itu tak habis-habisnya tersenyum sembari melambai-lambaikan tangan kala melintas di jalan Dayanu Ikhsanuddin, Betoambari, Wa Ode Wau, Pasar Wameo, Sumur Umum, Pantai Kamali, dan berakhir di Rumah Jabatan (Rujab) Walikota (Walkot).

Di Rujab Walkot inilah, Husni Uba membabar kisah perjuangannya di Asean Games Jakarta - Palembang.

"Saya anak yatim piatu. Namun saya tetap berjuang sekeras tenaga walaupun orang tua saya tidak ada," tuturnya.

Beberapa ibu terlihat menyeka air mata mendengar kalimat pembuka Husni Uba.

"Suka dukanya sangat berat. Saya di karantina selama sembilan bulan. Dua bulan menjelang hari H, kakak saya berpulang. Lagi-lagi itulah pengorbanan. Namun saya tidak pantang menyerah demi merah putih," imbuhnya.

Husni Uba melanjutkan, perjuangannya dimulai tatkala menjalani masa karantina di Sukabumi. Ada 50 putra dan 50 putri terbaik se-Indonesia yang di seleksi selama tiga bulan.

Alhamdulillah, meski jauh dari pelosok, Husni Uba terpilih dalam 12 orang tim inti putra untuk berlaga di Asen Games 2018 dengan satu misi : mengibarkan bendera merah putih di tiang tertinggi Asen Games

Hasil tak menghianati proses, Husni Uba yang dipercayakan turun dalam tiga nomor dari empat nomor sepak takraw yang diperlombakan, berhasil menyabet dua perunggu dan satu medali emas pada nomor Quadran.

"Saya bukan lelaki cengeng. Namun ketika merah putih dikibarkan, menetes air mata saya," kenang Husni Uba.

Dalam acara penyambutan itu juga, Darussalam, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga membeberkan prestasi Husni Uba. Di antaranya peraihan medali di Doha, Cina, dan Korea. Termasuk torehan prestasi sebagai pemain smash terbaik dunia tahun 2007.

"Kita ingin Husni Uba menjadi Spirit of Baubau. Semoga muncul atlet-atlet semacam Husni Uba ke depannya," terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Baubau, AS Tamrin yang juga walikota terpilih, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan bercampur haru menyaksikan generasi Baubau menyumbangkan medali emas untuk bangsa dan mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.

"Saya pikir ke depan, sepak takraw akan semakin berkiprah di tingkat nasional dan tingkat internasional. Saya harap Husni Uba bisa mentransfer ilmunya. Trik-trik dari Sukabumi diajarkan ke adik-adiknya di Baubau," ujar Tamrin.

Sebuah tugas yang tidak mudah untuk Husni Uba. Perlu ada regenerasi untuk masa depan sepak takraw Baubau ke depan. Untuk adik-adiknnya, Husni berpesan, "Saya berjuang bukan untuk diri saya, tapi untuk kalian agar melihat perjuangan ini dan bisa melebihi saya," kata Tamrin menutup. (A)


Penulis: Suhardiyanto
Editor: Rahmadi

Tag

Baca juga