DAERAH-BAUBAU

Tokoh Kristen Hindu Baubau Minta Sidang PHPU Jangan Dikriminalisasi


Suasana sidang perselisihan hasil pemilihan umum di Mahkama Konstitusi. Ist

BAUBAU, kabarbuton.com - Pasca pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 17 April 2019 yang lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan salah satu pasangan sebagai pemenang pemilu. Namun hasil tersebut dianggap oleh salah satu pasangan calon sebagai kemenangan dengan kecurangan. Hasilnya, sengketa tersebut saat ini telah diambil alih oleh Mahkama Konstitusi (MK) untuk diselesaikan sesuai hukum dan aturan yang berlaku.

Sembari menunggu keputusan MK tersebut, sejumlah masyarakat berbagai kalangan di Kota Baubau berharap serta menolak tindakan rusuh dan kriminal selama proses persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK.

Pendeta gereja Bhetani Umna Wolio, Yoanis agus menilai, tindakan rusuh dan kriminal bisa mengganggu jalannya proses persidangan serta bisa menimbulkan dampak negatif yang cukup besar untuk Masyarakat Indonesia.

“Mari kita hormati hukum, taati dan patuhi aturan hukum. Mari jaga persatuan dan kesatuan NKRI, agar Indonesia tetap aman, masyarakat juga bisa hidup dengan aman,” harapnya.

Harapan senada juga disampaikan tokoh pemuda Hindu di Karing-Karing, I Gede Ngurah. Aksi rusuh dan kriminal, dianggap bisa memecah belah persatuan sehingga bisa menghambat jalannya proses persidangan.

"Serahkan semua ke MK sebagai pengadil atas laporan sengketa pemilu. Masyarakat jangan ikut melakukan hal-hal yang berpotensi mengganggu jalannya proses persindangan. Siapapun presidennya, siapapun yang terpilih itu adalah putra terbaik bangsa. Mari kita terus menjaga situasi agar tetap harmonis dan kondusif,” imbaunya.


Penulis: Rahmadi

Tag

Baca juga